Rabu, 20 Mei 2009

Lazarus dibangkitkan

Pdt. Rudy Pranoto
Yoh 11:25-26

Ada dua versi yang muncul ketikan Lazarus sakit. Pertama adalah versi Marta, dia berharap Yesus menyembuhkannya. Namun versi kedua adalah versi Yesus, Dia menundanya 2 hari hingga Lazarus mati, tapi setelah itu Dia membangkitkan Lazarus. Ketika dalam masalah, manusia datang kepada Tuhan dan ingin Tuhan menolong. Namun disini Tuhan menunda, meski akhirnya Dia membangkitkan Lazarus. Mana yang lebih kita sukai??? Allah menyingkirkan masalah, atau Allah memberikan pertolongan dalam pergumulan kita. Kita senang dengan produk (hasil), sementara Alah suka pada prosesnya. Melalui proses kita belajar untuk mengenal diri dan mengenal Allah. Mengapa Yesus menunda dua hari??? Yesus melakukan banyak mujizat namun tidak semuanya dicatat, Yohanes menulis 7 mujizat saja. 7 adalah angka kesempurnaan. Perjamuan kawin, menyembuhkan anak pegawai istana, menyembuhkan org lumpuh, lima roti dan dua ikan, berjalan di air, mencelikkan mata org buta, dan terakhir membangkitkan Lazarus. Yohanes banyak menggunakan angka 7, dia ingin menyempaikan bahwa Yesus adalah benar-benar Anak Allah. Mujizat membangkitkan Lazarus ini diletakkan sebagai puncak dan final untuk menutup pelayanan Yesus di depan publik. Setelah itu dia menarik Diri, dan mempersiapkan murid-murid-Nya sebab sebentar lagi Yesus akan meninggalkan mereka.

Makin besar tantangan yang dihadapi, makin kita perlu untuk mengenal Allah. Bila Yesus hanya menyembuhkan Lazarus dalam sakitnya seperti versi Marta, maka mungkin hal itu menjadi hal yang lebih kecil karena Yesus sudah sering melakukannya. Pengenalan akan Tuhan tidak terbatas pada tindakanYesus. Disinilah muncul pernyataan:”Akulah kebangkitan dan hidup”, berarti bahwa Dia adalah Tuhan dari kehidupan dan Dia telah mengalahkan maut. Murid-murid tidak mengerti bahwa dalam kebangkitan-Nya dia benar-benar telah mengalahkan maut. Lazarus sudah mati selama 4 hari, ini berarti dia sudah mengalami pembusukan. Menurut tradisi Yahudi dalam 3 hari roh orang mati masih mengenali wajahnya, namun setelah itu tubuhnya akan membusuk. Itu adalah mitos, namun tradisi mereka percaya bahwa selama 3 hari masih mungkin mayat itu untuk bangkit, namun pada hari keempat seluruh pengharapan akan si mati hidup lagi sudah benar-benar pupus, dan dalam kondisi ini Tuhan membangkitkan Lazarus. Ini adalah cara Tuhan yang sering kali lain dengan pikiran kita. Sukacita mereka menjadi sangat besar ketika Tuhan menulong justru dalam kondisi yang sudah tidak lagi berpengharapan. Maut telah menguasai secara penuh, dan dalam kondisi tersebut justru Yesus mematahkan kuasa maut tersebut, semestinya orang-orang disana memperhatikan momen itu. Kita melihat dengan jelas bahwa Yesus adalah penakluk maut. Yesus berkata “Akulah Kebangkitan dan hidup”; setelah itu baru Dia membuktikannya. Seringkali kita terbalik, meminta bukti terlebih dahulu baru kemudian percaya. Kita dituntut untuk beriman dahulu, dan kemuliaan akan mengikuti, ini adalah tantangan iman. Yesus berkata berbahagialah orang yang percaya meskipun tidak melihat/belum ada bukti (Yoh 20:29 ). Iman kita sungguh dangkal bila kita hanya bisa percaya setelah mendapatkan bukti.

Kita sering mendengar: “bila kita meminta dengan sungguh-sungguh maka Tuhan akan menyembuhkan”, ini terbalik, dalam kalimat itu kita menjadi penyebab dan Tuhan menurut. Sebenarnya Tuhanlah Penyebab bukan kita. Kebangkitan Lazarus adalah akibat dari Yesus yang adalah Kebangkitan dan Hidup, Yesus adalah sang Sumber, bukan akibat dari permintaan Marta atau Maria. Yesus sendiri adalah Kebangkitan, sehingga Dia memberikan perintah pada Lazarus yang sudah mati; Yesus tidak memohon dalam nama TUHAN namun Dia memerintah Lazarus untuk bangkit, sebab Dia sendirilah Kebangkitan itu. Apa maksudnya bahwa mereka yang percaya tidak akan mati lagi??? Hal ini tidak berarti bahwa yang mati dalam Tuhan tidak akan mati namun ini berbicara mengenai hidup kekal, dan inilah tujuan Yohanes menuliskan Injilnya. Yohanes memakai bahasa fenomenal untuk menunjukkan hal yang esensi yaitu hal yang rohani. Yohanes mencatat ketika bercakap-cakap dengan perempuan Samaria, Yesus menyaakan bahwa Diri-Nya adalah Air hidup; waktu Dia berjumpa dengan orang perempuan berdosa yang hidup dalam gelap, Dia berkata, Akulah terang dunia; kepada orang buta yang disembuhkan muncul perkataan Yesus Akulah terang dunia. Pada peristwa 5 roti dan 2 ikan, Tuhan Yesus berkata: “Akulah roti hidup”, disini Yohanes ingin menyatakan bahwa Tuhanlah yang memelihara hidup mereka.

Manusia di dalam dosa bukan sekedar berjalan hidup berjalan menuju kematian, namun manusia sudah berada dalam kematian dan menuju kepada kematian yang kekal. Dlm Why 20:14, kita melihat bahwa kematian jasmani dialami oleh manusia dan hal tersebut dilanjutkan kematian yang kekal. Mati rohani adalah hidup tanpa Allah, orang seperti itu mungkin bisa beragama, namun mengabdi pada allah yang salah. Pada kematian kekal, manusia secara penuh dipisahkan dari Allah. Bagi orang yang tidak percaya, maut sebenarnya sudah dicicipi dalam hidup di dunia ini. Di Jepang ada sebuah buku yang pernah menjadi best seller, buku yang mengajarkan cara terbaik untuk bunuh diri. Banyak orang di dunia ini yang mengalami jalan buntu. Pada awal pemerintahan Clinton, ada pejabatnya yang bunuh diri, padahal posisi yang ditempatinya adalah tempat yang sangat diidam-idamkan orang; seorang yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi, sedang berada dalam puncak karir nya namun merasa mengalami jalan buntu.
Sesulit apapun hidup kita, ada Kristus yang hidup. Bila kita memiliki pengenalan yang jelas akan Allah, kita tidak semestinya patah pengharapan. Seringkali kesulitan dalam hidup ini membuat kita goncang, namun kita memiliki pengharapan yang membuat kita untuk terus bertahan. Itulah sebabnya Horatio Spafford yang mengarang lagu Nyamanlah Jiwaku. Dalam kondisi yang sangat merana (istrinya mati tenggelam) lagu It is well ditulis. Cerita ini mengajak kita untuk merenung, mengapa Tuhan menunda hingga 4 hari??? Untuk kita belajar. Marta berpikir bahwa kedatangan Yesus adalah percuma, segalanya sudah terlambat. Namun dalam Yesus Kristus tidak ada jalan buntu, melainkan senantiasa ada harapan. Bersama Dia tidak ada terlambat, dan tidak ada hilang harapan. Pengharapan bahwa Dia adalah Kebangkitan dan Hidup membuat kita yakin bahwa hari esok itu ada. Kristus bertanya, percayakah engkau??? Tuhan hanya meminta kita untuk percaya (trust), mempercayakan diri kepada-Nya bukan sekedar believe. Percaya berarti menaruh diri secara penuh kedalam tangan Kristus. Yesus berkata bahwa Aku datang supaya engkau hidup dan memilikinya dalam kelimpahan. Kesulitan tidak semestinya menghalangi kita untuk menikmati hidup. Sebab Dia hidup, ada hari esok. Amin.

(Ringkasan khotbah ini sudah diperiksa oleh Pengkhotbah-KK)
GOD be Praised!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar